ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL STUDI KELAYAKAN BISNIS
A. Pengertian Aspek Ekonomi dan Sosial
Menurut Kasmir dan Jakfar (2012), penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut dijalankan. Pengaruh tersebut terutama terhadap ekonomi secara luas serta dampak sosialnya terhadap masyarakat secara keseluruhan. Dampak ekonomi tertentu yaitu peningkatan pendapatan masyarakat, baik yang bekerja di pabrik atau masyarakat di luar lokasi pabrik
B. Dampak Aspek Ekonomi Sosial
Dampak dari aspek ekonomi dengan adanya suatu usaha dan investasi
1. Secara garis besar dampak dari aspek ekonomi dengan adanya suatu usaha atau investasi, misalnya pendirian suatu pabrik, antara lain :
Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui :
- Peningkatan tingkat pendapatan keluarga. Dengan adanya suatu investasi akan memberikan peningkatan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang dapat diterima bekerja di lokasi pabrik maupun mereka yang bekerja di luar lokasi pabrik dengan cara berdagang atau lainnya.
- Perubahan pola nafkah. Di beberapa wilayah kehadiran pabrik atau suatu usaha akan mengubah pola hidup masyarakat. Misalnya, semula masyarakat hidup dari pertanian, dengan kehadiran pabrik banyak yang beralih profesi menjadi karyawan pabrik.
- Adanya pola nafkah ganda. Bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha di samping tetap mempertahankan pekerjaan semula seperti bertani, mereka juga bekerja sebagai karyawan, sehingga memperoleh penghasilan ganda
- Tersedianya sarana dan prasarana dengan dibukanya suatu proyek atau usaha dapat pula memberikan fasilitas bagi masyarakat luas maupun pemerintah seperti dibangunnya :
➢ Listrik
➢ Telpon
➢ Sekolah
➢ Rumah ibadah
➢ Pusat perbelanjaan
➢ Sarana hiburan
2. Menggali, mengatur dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui :
- Pemilikan dan penguasaan sumber daya alam yang teratur, artinya kepemilikan diatur berdasarkan luas lahan, jangan sampai masyrakat kehilangan kesempatan. Demikian pula dengan penguasaan sumber daya alam juga diatur sedemikian rupa.
- Penggunaan lahan yang efesien dan efektif, penggunaan lahan yang benar-benar memberikan manfaat kepada berbagai pihak
- Peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
- Peningkatan sumber daya alam lainnya yang belum terjamah, terutama untuk wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
- Menambah peluang dan kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat.
- Memberikan nilai tambah proses manufaktur.
- Menambah jenis dan jumlah aktivitas ekonomi nonformal di masyarakat.
- Pemerataan pendistribusian pendapatan.
- Menimbulkan efek ganda ekonomi.
- Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
- Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
- Menambah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu
- Menyediakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat
- Menghemat devisa apabila produk dan jasa yang dihasilkan dapat mengurangi pemakaian impor dan jasa dari luar negeri
- Memperoleh pendapatan beruoa pajak dari sumber-sumber yang dikelola oleh perusahaan, baik dari perndapatan penjualan maupun dari pajak lainnya. Meningkatkan devisa Negara, jika produk atau jasa yang akan di produksi di buat untuk diekspor, baik untuk bahan baku maupun bahan jadi.
a. Meningkatkan pemerataan pembangunan (dengan prioritas pembangunan di daerah tertentu). Biasanya untuk proyek-proyek tertentu pemerintah menetapkan wilayah atau daerah tertentu yang hanya di buka. Dengan tujuannya adalah untuk pemerataan pembangunan dan pembukaan wilayah yang selama ini terisolasi di seluruh wilayah Indonesia.
b. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, di mana setiap adanya proyek baru biasanya berdatangan tenaga kerja dari berbagai wilayah.
c. Terbuka lingkunagn pergaulan dengan adanya pembukaan suatu wilayah, tentu akan mengundang pendatang dari daerah lain, sehingga dengan demikian dapatlah terbina lingkungan pergaulan antar berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia.
d. Membuka isolasi wilayah dan cakrawala bagi penduduk. Daerah yang tadinya terpencil akan menjadi terbuka, begitu pula penduduk di sekitarnya menjadi lebih mengenal lingkungan sekitarnya sehingga membuka cakrawalanya
Dampak negatif yang mungkin timbul dari aspek ekonomi:
- Eksploitasi sumber daya yang berlebihan
- Masuknya pekerja dari luar yang mengurangi kesempatan atau peluang kerja bagi masyarakat sekitar
- Perubahan struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian, pendidikan dan agama.
- Perubahan tingkat kepadatan penduduk.
- Pertumbuhan penduduk, tingkat kelahiran, tingkat kematian bayi, dan pola migrasi
- Perubahan komposisi tenaga kerja baik tingkat partisipasi angkatan kerja maupun tingkat pengangguran.
- Kemungkinan perubahan kebudayaan melalui perubahan adat istiadat, nilai dan norma budaya setempat.
- Terjadinya proses sosial baik proses asosiatif / kerja sama, proses di sosiatif konflik social, akulturasi, asmilasi dan intergrasi maupun sosial lainnya.
- Perubahan pranata social / kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi seperti (hak ulayat), pendidikan, agama dan keluarga.
- Perubahan warisan budaya seperti perusahaan situs purbakala maupun cagar budaya.
- Perubahan pelapisan sosial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan dan kekuasaan.
- Perubahan kekuasaan dan kewenangan melalui kepemimpinan formal dan informal, mekanisme pengambilan keputusan di kalangan individu yang dominan, pergeseran nilai kepemimpinan.
- Perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan.
- Kemungkinan terjadinya tingkat kriminalitas dan konflik antara warga asli dengan pendatang.
- Perubahan adaptasi ekologis.
- Perubahan parameter lingkungan yang di perkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
- Perubahan proses dan potensi terjadinya pencemaran.
- Perubahan potensi besarnya dampak timbulnya penyakit, seperti peningkatan angka kesakitan dan angka kematian.
- Perubahan karakteristik spesifik penduduk yang berisiko terjadi penyakit.
- Perubahan sumber daya kesehatan masyarakat. f) Perubahan kondisi sanitasi lingkungan
- Perubahan kondisi gizi masyarakat
- Perubahan kondisi lingkungan yang dapat mempermudah proses penyebaran penyakitnya
- Perubahan gaya hidup, budaya, adat istiadat dan struktur sosial lainnya;
- Meningkatnya kriminalitas.
- Pendekatan produksi (production approach) yaitu nilai keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu. Cara menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah dengan menjumlahkan seluruh barang dan jasa. Sektor lapangan usaha untuk menghitung pendapatan nasional :
- Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan
- Pertambangan dan panggalian
- Industri pengolahan
- Listrik, jasa dan air mnum
- Bangunan
- Perdagangan, hotel dan restoran
- Pengangkutan dan komunikasi
- Bank dan lembaga keuangan lainnya
- Sewa rumah
- Pemerintah dan pertahanan
- Jasa-jasa lainnya.
- Pengeluaran konsumsi rumah tangga
- Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah.
- Pengeluaran pengusaha untuk investasi.
- Ekspor impor.
- Gaji dan upah
- Sewa, bunga dan pendapatan lainnya.
- Pajak tidak langsung
- Penyusutan

Comments
Post a Comment